Berita dan Pengumuman
Kemdiktisaintek dan Universitas Muhammadiyah Surabaya Gelar Workshop II Kamp Inklusif Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi Internasional
- Di Publikasikan Pada: 10 Oct 2025
- 142
- Oleh: Riswnda P3I
.png)
Direktorat
Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan
Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah
Surabaya sukses menyelenggarakan Workshop II Kamp Inklusif Penulisan Artikel
Ilmiah dan Publikasi Internasional pada 9–10 Oktober 2025.
Kegiatan
yang berlangsung di Gedung At-Tauhid Tower, Universitas Muhammadiyah Surabaya
ini diikuti oleh puluhan dosen muda dari berbagai perguruan tinggi di wilayah
timur Indonesia serta dosen internal UM Surabaya. Program ini menjadi bagian
dari upaya pemerintah untuk memperkuat budaya riset dan meningkatkan kualitas
publikasi ilmiah di kalangan akademisi Indonesia.
Workshop
ini dirancang secara intensif dengan pendekatan camp training, di mana
peserta tidak hanya mendapatkan materi konseptual tentang strategi penulisan
artikel ilmiah, tetapi juga dibimbing langsung oleh para fasilitator
berpengalaman dalam menyiapkan naskah untuk jurnal internasional bereputasi
atau top tier journals.
Dalam
sambutannya, Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. Radius
Setiawan, M.T., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan
Kemdiktisaintek yang telah menunjuk UM Surabaya sebagai tuan rumah kegiatan
penting ini.
“Workshop
ini merupakan kegiatan perdana yang digelar di Universitas Muhammadiyah
Surabaya. Kami menyambutnya dengan antusias karena kegiatan seperti ini
memberikan kesempatan besar bagi dosen kami untuk belajar langsung dari para
ahli. Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut
dan memberi dampak positif terhadap pengembangan publikasi ilmiah di kampus
kami,” ujar Radius.
Sementara
itu, Prof. Heri, selaku Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan
Kemdiktisaintek, menegaskan bahwa program Kamp Inklusif ini merupakan gelombang
kedua dari rangkaian pelatihan nasional yang digagas kementerian. Tujuannya
adalah menciptakan ekosistem akademik yang inklusif, produktif, dan kompetitif
di bidang penelitian dan publikasi.
“Kami
ingin semua peserta tidak hanya mampu menulis artikel yang memenuhi standar
jurnal internasional bereputasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan di
kampus masing-masing. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh di sini diharapkan
bisa disebarluaskan untuk memperkuat budaya riset di lingkungan perguruan
tinggi,” jelasnya.
Selama
dua hari kegiatan, peserta mengikuti berbagai sesi pembimbingan yang meliputi
penyusunan kerangka artikel, pemilihan jurnal yang sesuai, teknik academic
writing, hingga strategi menjawab reviewer comments. Pendampingan
dilakukan secara langsung oleh para fasilitator yang merupakan akademisi
berpengalaman dalam publikasi internasional.
Hasil
dari kegiatan ini menunjukkan capaian yang menggembirakan. Berdasarkan laporan
panitia dan fasilitator, 90 persen peserta berhasil menyelesaikan naskah
artikel ilmiah mereka sesuai dengan kriteria kualitas yang ditetapkan, bahkan
sebagian di antaranya telah siap untuk diajukan ke jurnal bereputasi.
Keberhasilan
ini menjadi indikator bahwa program pelatihan semacam ini sangat efektif dalam
meningkatkan kompetensi riset dan publikasi dosen, khususnya di wilayah timur
Indonesia. Selain meningkatkan kapasitas individu, kegiatan ini juga diharapkan
dapat memperkuat jaringan kolaborasi antarperguruan tinggi serta mendukung
target nasional dalam peningkatan jumlah publikasi ilmiah internasional dari
Indonesia.
Dengan
semangat kolaborasi dan peningkatan mutu, Workshop II Kamp Inklusif Penulisan
Artikel Ilmiah dan Publikasi Internasional menjadi tonggak penting dalam
membangun ekosistem riset yang lebih inklusif, berdaya saing global, dan
berorientasi pada kualitas.