Berita dan Pengumuman
Dosen UMSURA Raih Paten Granted atas Inovasi Teh Celup Herbal Berbahan Biji Asam Jawa sebagai Terapi Diet
- Di Publikasikan Pada: 26 Aug 2026
- 230
- Oleh: Riswnda P3I

Universitas Muhammadiyah Surabaya
(UMSURA) kembali menorehkan prestasi di bidang penelitian dan inovasi. Salah
satu dosen UMSURA berhasil memperoleh Paten Granted dari Direktorat Jenderal
Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum Republik Indonesia, atas invensi
berjudul "Proses Pembuatan Teh Celup Herbal yang Mengandung Biji Asam Jawa
(Tamarindus indica) sebagai Terapi Diet."
Paten granted tersebut menjadi
bentuk pengakuan negara terhadap kebaruan teknologi yang dikembangkan serta
memperkuat komitmen UMSURA dalam menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi
masyarakat. Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari upaya universitas dalam
meningkatkan jumlah kekayaan intelektual yang berasal dari hasil penelitian
dosen.
Inovasi ini berfokus pada
pemanfaatan biji asam jawa, bagian dari tanaman yang selama ini belum
dimanfaatkan secara optimal dan sering dianggap sebagai limbah. Melalui proses
pengolahan yang inovatif, biji asam jawa diolah menjadi teh celup herbal yang
praktis dikonsumsi dan berpotensi menjadi minuman fungsional untuk mendukung
program terapi diet sebagai bagian dari penerapan pola hidup sehat.
Biji asam jawa diketahui
mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti polifenol, flavonoid,
antioksidan, dan serat pangan yang memiliki potensi dalam mendukung metabolisme
tubuh. Kandungan tersebut menjadikan biji asam jawa sebagai salah satu bahan
alami yang berpeluang dikembangkan menjadi produk pangan fungsional bernilai
tinggi.
Keunggulan invensi ini terletak
pada proses pembuatannya yang dirancang untuk menjaga kualitas dan kandungan
senyawa aktif di dalam biji asam jawa. Tahapan produksi meliputi pemilihan
bahan baku, pencucian, pengeringan, penyangraian pada suhu tertentu,
penghalusan menjadi serbuk, formulasi dengan bahan herbal pendukung, hingga
proses pengemasan ke dalam kantong teh yang memenuhi standar keamanan pangan.
Metode tersebut menghasilkan teh celup herbal dengan aroma, rasa, dan mutu yang
lebih optimal.
Perolehan paten granted
menunjukkan bahwa hasil penelitian dosen UMSURA tidak hanya memiliki nilai
ilmiah, tetapi juga memenuhi unsur kebaruan (novelty), langkah inventif, dan
dapat diterapkan dalam bidang industri. Perlindungan kekayaan intelektual ini
diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil penelitian menjadi produk yang
siap dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain memberikan manfaat di
bidang kesehatan, inovasi ini juga mendukung pemanfaatan sumber daya alam lokal
secara berkelanjutan. Pengolahan biji asam jawa menjadi produk bernilai tambah
dapat mengurangi limbah pertanian sekaligus membuka peluang pengembangan
industri herbal berbasis bahan baku Indonesia.
Sebagai wujud nyata hilirisasi hasil penelitian, keberhasilan memperoleh Paten Granted menjadi langkah awal agar inovasi ini dapat dikembangkan menjadi produk yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat. Teh celup herbal berbahan biji asam jawa tidak hanya menawarkan alternatif minuman fungsional berbasis bahan alam, tetapi juga menunjukkan bahwa riset di lingkungan UMSURA mampu menghadirkan solusi yang inovatif, bernilai ekonomi, dan relevan dengan kebutuhan kesehatan masa kini. Dengan semangat inovasi yang berkelanjutan, UMSURA terus membuktikan bahwa karya dosen tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berkontribusi dalam memperkuat daya saing produk herbal Indonesia di tingkat nasional maupun global.